Showing posts with label Kumpulan Antologi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Antologi. Show all posts

Monday, January 6, 2014

Bagaimanakah Cangkirmu...???

Untuk sahabatku yang kucinta karena Allah,...

Hidup tidak selamanya indah dan juga tidak selalu kelam, ada banyak hal yang dapat kita ambil dari semua peristiwa hidup ini. Penuhi hari-hari yang sebentar  ini dengan semangat dan hal yang indah demi bermaknanya hidup kita.

Anggap saja sahabat bangun tidur dengan perasaan senang. Artinya, cangkir sahabat kosong. Setelah itu sahabat masuk ke kamar mandi, ehh ternyata tidak ada air. Cangkir yang tadinya kosong mulai terisi. Andai kata aliran air terputus ketika sabun masih membasahi muka sahabat, apa yang terjadi?. Mata sahabat pasti merasa perih dan bagaimana isi cangkir sahabat sekarang?. Pasti bertambah banyak.

Aku Tak Sanggup… - Eramuslim


Pernahkah kalian berpikir mengapa Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan? Benarkah sesuatu yangkita miliki adalah hal yang kita butuhkan? Terpikirkah bahwa sesuatu yang dimiliki mempunyai masa?
            Hal itu selalu terpikirkan olehku. Mengapa aku tidak seperti mereka? mengapa aku tidak sempurna? Aku iri dengan mereka, aku ingin merasakan kasih sayang seperti yang mereka rasakan, aku juga ingin bermanja dengannya. Aku ingin seperti mereka, memanggilnya dengan sebutan ‘Ayah’.
Seiring berjalannya waktu, hasrat itu ikut memudar. Aku mulai menyadari, Tuhan memang tidak mengabulkan keinginanku, tapi Ia memberikan sesuatu yang ku butuhkan. Seorang malaikat yang melindungiku melebihi seorang ayah, menjagaku melebihi seorang kakak, dan menyayangiku melebihi seorang adik.
Dia begitu kokoh, tampak tegar meski tau ia tak sanggup, berusaha kuat meski tidak tau caranya bertahan. Menunjukkan jalan meski ia pun tidak mengerti arah yang dituju. Mencoba optimis meski ia sendiri ragu. Dan berdiri tegak meski tau ia pun membutuhkan sandaran.
Dia selalu  tau posisi ia berpijak, dan tau apa yang harus dilakukan. Ia mampu berjalan di depan, memberikan contoh terbaik untuk orang yang mengikuti di belakangnya. Ia juga mampu berjalan berdampingan, saling berpegang tangan dan tersenyum layaknya sahabat. Ia pun mampu berjalan di belakang, memberikan perlindungan untuk orang di depannya.
Selama belasan tahun ia berjuang seorang diri untuk hidup kami. Waktu pun terus berputar, kini usiaku delapan belas tahun, Keadaan telah menuntutku untuk dewasa dalam berpikir. Adikku, bukan lagi seorang bayi merah ketika Ayah meninggalkan kami, kini ia telah memasuki masa remaja.
Bagaimana dengan malaikatku? Ketika ia tidur tampak jelas kerutan di wajahnya tanda bahwa ia mulai lelah. Ketidak berdayaannya yang selalu ia sembunyikan untuk sekedar menunjukkan bahwa ia  kuat, kini jelas keasliannya. Tidak ada yang bisa ku lakukan selain memandanginya.

Thursday, January 2, 2014

Tuesday, December 31, 2013

Istriku yang Cantik....

Untuk Istri yang kucintai karena Allah,

Kuukir di atas pasir bahwa engkau telah menyakitiku. Hembusan angin menyapunya dan membuatku lupa. Dan kuukir di atas batu bahwa engkau ikhlas mencintaiku. Maka, aku tidak bisa menghapusnya dan melupakannya.

Istriku yang Cantik... aku hidup karena engkau ada, aku ada karena engkau disampingku.
Istriku yang Cantik... izinkan aku jatuh cintai lagi kepadamu....


Ari Prasetyo